Pages

Beef Lasagna



Hujan-hujan nongkrong di perpustakaan kampus, ngerjain tugas sambil nunggu koneksi yang lelet kaya keong jadi ngelamun ngebayangin beef lasagna-nya Pizza Hut, so yummie. Kurang pas apa coba momennya  bikin tambah lapar, astagfirullah... sampe lupa kalau saya sedang puasa sunat Kamis. Makruh kali ya tapi aaah rasanya begitu adzan Magrib nanti pengen tetiba ada di PH di depan seoonggok makanan khas Italia tersebut. 
Yaaah, udah mulai kebayang lezatnya daging cincang, dilapisi cream tipis yang aduhai dan diselimuti keju mozarella yang ngecis abiezzz. Ok, dengan harga yang dibandrol 45rb, memuaskan lah ya dengan rasanya yang sebanding. Tapi harus mikir-mikir dulu sebelum makan ini, maklum anak kost, ga bisa seenak udel hidup hedon. hahaha...

Move On dari Jejaring Sosial


Berangkat sekolah dengan semangat membara membulatkan tekat untuk belajar yang rajin. Hm, temporary, semua itu cuma bertahan dua jam doang paling lama. Selebihnya di sekolah, bosen, mainin BB, bbman sama temen yang juga lagi sekolah. Hampir seperti itu setiap hari, melakukan hal tak berguna disela-sela aktivitas yang justru penting. Itu sih pikiran saya saat ini, beda sekali dengan beberapa tahun lalu atau sebulan yang lalu ketika saya masih dalam perangkap jejaring sosial.
Jadi inget omongan salah satu sahabat saya waktu kami ngobrol beberapa hari yang lalu tepatnya waktu saya buka tablet untuk membalas Line dari seorang teman begini celetukannya

“Masih ababil aja si luh, mau sampe kapan hidup buat sesuatu yang ga nyata? Emang hidup lu kurang indah apa? Pantes aja lu susah banget ditemuin, apa gua Cuma bias ketemu lu di dunia maya aja?”

JLEBB! Ya, benar. Saya masih sangat labil, terlalu labil, bahkan setiap ada sesuatu yang baru selalu saya terima tanpa saya filter. Jejaring social apapun yang baru, ga pernah sedikitpun saya ketinggalan, langsung saya registrasi dan satu akun di satu jejaring sosial minimal saya punya.  Hidup saya? Hidup saya indah, indah sekali, saya memiliki segalanya, keluarga, saudara, pacar, sahabat, teman dan apapun saya punya, hampir segalanya tercukupi. Hidup saya sangat luar biasa tapi sayang, itu belum lama saya sadari. Tidak ada kata telat memang, saya bersyukur saat ini saya sudaj bisa bersikap lebih dewasa menyikapi perkembangan teknologi. Bukan berarti saya menghindar. Saya sendiri sekarang kuliah di jurusan IT.
Saya bersyukur masih diingati sekarang, sebelum semuanya terlambat. Betapa saya menyesal selama ini waktu saya banyak yang terbuang sia-sia, waktu emas saya, waktu dimana saya seharusnya menunjukan bahwa saya orang yang kompeten. Semuanya hanya saya habiskan dengan berkicau, stalker, mencari kehidupan yang tidak nyata di dunia maya. Saya lupa, saat itu saya lupa, saya sedang bersama orang tua saya yang pastinya merindukan hari-hari bersama saya, Karena memang semenjak masuk SMA saya sudah tidak tinggal orang tua lagi. Seharusnya momen itu saya habiskan untuk mereka. Tapi, yodalaya, ga ada gunanya disesasi. Sekarang saatnya saya menebus itu semua, sebelum telat, sebelum dunia nyata saya yang indah saya skip terlalu jauh. Saya harus hidup di dunia saya. Life my real life. Bye fb, path, twitter, g+, line, wechat, kik, instagram, bbm and many more. I’m moving on moving on moving on!

Serba-serbi Kostan

Kostan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa, selain kampus dan tugas tentunya. Kostan juga merupakan rumah kedua untuk berteduh, sekalipun untuk aktivis yang mayoritas kegiatannya dilakukan di kampus atau di luar kostan. Tapi tetap saja harus bisa memilih kostan yang nyaman untuk disinggahi. Sebelumnya kita harus mengenal beberapa tipe kostan yang banyak kita temui di daerah kampus.

1. Kostan SAS (Sangat Amat Sederhana)

Kostan ini sulit kita temui di pinggir jalan utama, untuk menemukannya mungkin kita perlu ‘seselipan’ masuk gang-gang kecil yang mungkin untuk melewatinya saja kita perlu memiringkan badan. Adapun fasilitas yang di dapatkan kamar ukuran 2,5m x 1,5m (tanpa jendela), Kamar mandi di luar (luar rumah, bukan luar kamar yah!) fentilasi dan bonus pintu. Kostan jenis ini cocok sekali untuk aktivis yang kegiatan sehari-hari banyak dihabiskan di kampus atau di jalan raya untuk berdemo. Jadi tidak begitu butuh ruang yang nyaman untuk tidur, di depan gedung DPR pun bisa tidur ketika sudah lelah berdemo. Hargannyapun tak perlu ditanya, dijamin gak bikin dompet tipis.

2. Kostan Sederhana

Kostan ini merupakan kostan yang paling banyak dijumpai di kampus-kampus negeri  dengan fasilitas yang apa adanya. Sebidang kamar berbentuk kubur seukuran 2,5m x 2,5m atau paling besar 3m x 3m. Kelebihan yang ditawarkan biasanya hanya kasur, lemari kecil dan meja kecil. Terkadang ada pula ibu kost yang tega membiarkan kamar tersebut kosong tanpa fasilitas apapun selain jendela atau fentilasi untuk pertukaran udara. Untuk kamar mandi jelas berada di luar kamar, digunakan bersama dengan penghuni kost lain. Jadi harus sabar menunggu giliran. Harganya standar masih bisa dibilag terjangkau.

3. Kostan Lumayan

Fasilitas yang ditawarkan hampir sama dengan kostan sederhana, hanya saja kelebihannya kostan jenis ini sudah dilengapai dengan kamar mandi di dalam. Harganyapun relatif mahal. Tetapi kostan jenis ini paling banyak diminati oleh mahasiswi yang butuh ruang khusus untuk melakukan aktivitas di kamar mandi.

4. Kostan Mewah

Dari namanya sudah bisa disimpulkan bagaimana kostan jenis ini. Fasilitas yang ditawarkan sangat WAW. Kamar yang luas, tempat tidur (spring bed), lemari besar, kamar mandi dengan fasilitas water heater dan shower, free WIFI, TV kabel, dapur umum, laundry, keamanan dan suasana yang nyaman tentunya. Kostan ini sangat cocok untuk mahasiswa/i kupu-kupu yang kesehariannya lebih banyak dihabiskan di kamar daripada di kampus. Bagi mahasiswa/i rajin, kostan ini sangat mendukung untuk konsentrasi belajar juga bagi mahasiswa/i mager, kostan ini  sangat nyaman untuk sekedar leha-leha di tempat tidur dan selamat mimpi indah.

Setelah mengenal beberapa tipe kosan, sudah dapat gambaran kostan seperti apa yang kita butuhkan? Selanjutnya agar lebih mantap memilih kostan, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.
Berikut ini tips mencari kostan yang nyaman :
  1. Lokasinya dekat kampus
  2. Dekat dengan warung makan
  3. Sinyal Kuat untuk provider yang kita gunakan
  4. Ibu kost baik hati
  5. Dekat dengan teman sejurusan
  6. Cari yang sesuai dengan pergaulan kita
  7. Kamar yang tidak lembab dan bersih
  8. Untuk yang membawa kendaraan, cari yang memiliki garasi yang aman dan tertutup rapat
  9. Punya alamat yang jelas, jangan terlalu terpencil
  10. Harga yang terjangkau

 Kamar kost turut menentukan keberhasilan studi!