Pages

Everyday is Sunday in Bali (I)

Jadi ceritanya, awal bulan Februari kemarin gua dan sepupu iseng main ke Bali (omg iseng? jangan percaya!) lebih tepatnya tanggal 2 sampai 4. Kenapa gua ambil weekday? ya jujur aja gua paling ga suka liburan weekend. Tau kah ya... pertama, tempat wisata pasti penuh dan kedua, harga pasti serba melonjak. Liburan kali ini bukan liburan dadakan yang terjadi begitu saja. Butuh perjuangan!

Kita sempet mengalami beberapa kendala ;

  1. Transaksi pemesanan paket perjalanan dengan menggunakan jasa travel airasiago wajib, kudu dan harus menggunakan kartu kredit. Secara kita belum punya kartu kredit, yaudah akhirnya pinjem punya sepupu yang jauh lebih dewasa (sebut saja seperti itu, Thanks a lot teh Uyung). Yeay, transaksi berhasil.
  2. Blahblohlah kita setelah transaksi berhasil, so what should we do? ok, menghubungi call center airasiago (ini beda dengan airasia). Kita intip nomornya, waw agak aneh ya dan ternyata eng ing eng... terdengar suara Upin Ipin dari line sebrang. Akhirnya terjadilah tanya-jawab dengan bahasa melayu yang seadanya. 
  3. IZIN!!! hey, biar apa beli tiket dulu baru izin kemudian? biar dapat izin. Jadi, bisa dibilang sepupu gua agak dipingit gitu sama ortunya, maklum, didikan tentara. Beda sama gua yang apa-apa dibebasin (kecuali renang di pantai selatan, entah moyang gua ada masalah apa sama Nyi Roro Kidul), ya bisa dibilang gua dipercaya bgt, mungkin kalau diibaratin, papah dan mamah nyuruh bgt gua MERANTAU, OH MERANTAULAH NAK KEMANAPUN KAU MAU!. (Jangan bilang gua anak yg dibuang!). Surprised! ternyata uwa ngizinin anaknya pergi sama gua ke Bali, Mungkin, uwa mempertimbangkan rekam jejak gua selama ini yang sering melanglangbuana, backpacker.
  4. Tiba-tiba motor yang udah gua rental jauh hari ga ada. Katanya, ada pelanggan yang tba-tiba maksa perpanjang. Tapi untung si Mbak Mitha (pemilik rental) ga lari dari tanggung jawab. Langsung dikenalinlah gua ke Mas Bayu rekan seperentalannya (???). Padahal, awalnya gua udah sreg bgt sama mbak Mitha. Selain baik dan murah info, mbaknya juga seneng bercanda. Tapi apa mau dikata, akhirnya gua pesan motor di Mas Bayu walaupun kondisi motornya ga sesuai harapan (rem keras, helm tanpa kaca, jas hujan plastik 1 untuk berdua, not recommended deh buat urusan motor, tp kalau mau watersport OK BGT).
  5. Kebingungan saat udah sampai bandara sedangkan waktu check-in hotel masih lama. Akhirnya Hawaii Bali Hotel dengan baik hati memiliki kebijakan untuk tamu bleh check-in lebih awal jika memang kamar sudah ready dan kita bisa leha-lehaaa sebentar.
Sip, kita udah bahasa soal kendala sebelum berangkat. Nanti gua review lagi soal liburan gua kemarin. Muah :*

Diet Mayo, FAILED

Hahahaha duh maaf ini posting apaan sih baru pembukaan udah ketawa, Iya ini ceritanya gua lagi ketawain diri sendiri yang dengan 'tiis'nya makan nasi uduk di hari ke-2 diet mayo. Mamah teganya dirimu menyiapkan anakmu yang sedang diet mayo ini sebungkus nasi uduk, 

Jadi ceritanya, di pagi hari yang cerah itu yang seharusnya dipenuhi dengan senyum ceria malah dibalut muka lusuh tak berdaya. Oh... seharusnya hidup ini indah. Kenapa aku harus diet mayo kenapaaaa? ah tidak. sepertinya cacing-cacing di otak (???) mulai membisikan kesesatan. Sepertinya nasi uduk di meja jauh lebih menggoda daripada secangkir teh tubruk hijau. Eng...ing...eng rasanya bangun dari tempat tidurpun tak sanggup. Entah berpencar kemana tulang belulang yang dulu dibalut oleh seoongok daging gelonggongan ini. Seperti tidak ada yang mampu menegakkan tubuh ini... kecuali nasi uduk. 

Ok, dengan sedikit dukungan dari orang tercinta untuk menghentikan diet mayo ini akhirnya luluh lantahlah semua niat, semangat untuk kurus instan 13 hari. Setidaknya, dalam dua hari BB udah berhasil turun 2 kg (harus percaya!). Fine, gua baik-baik aja ko. Gua udah sangat terbiasa menghadapi kegagalan. Terutama kegagalan diet. 

Sempet takut sih kalau gagalnya diet gua ini malah ngecewain si cowok yang dengan sukarela nganterin gua belanja semua keperluan diet disela-sela kesibukannya. You know what? dia malah ketawain gua. Ya secara waktu awal gua omongin rencana gua buat diet, dia salah satu orang yang menolak aksi diet gua. Tapi, dengan segala pembelaan akhirnya gua berhasil yakinin dia. Toh gua diet juga demi kelangsungan dan kelangsingan hidup di masa depan. Intinya, semua orang yang sayang sama gua ga mau gua diet-dietan segala, Kalau memnag mau kurus, gua harus rutin olahraga dan puasa, 

Tapi, setelah percobaan diet mayo yang berhasil nurunin BB gua 2 kg gua jd semangat untuk hidup sehat. Such as, olahraga rutin minimal seminggu 2 kali, latihan ringan tiap hari semacam butt up, plank, sit up, push up, kombinasi selain itu sekarang gua ga minum minuman lain selain susu W*P dan air tawar / mineral, oh ya no ngemil kecuali buah-buahan dan cemilan rendah kalori, ngurangin konsumsi makanan yang digoreng dan yang paling penting senyuuuum dan hindari pikiran negatif. Ya Tuhan, indahnya hidup ini.

#1 Day : Diet Mayo

Setelah baca beberapa artikel di blog dan majalah-majalah dan beberapa pengalaman dari selebritis. Saya akhirnya tertarik dan memutuskan untuk melakukan diet mayo. Perlu diketahui, diet mayo ini bukan diet makan mayonaise yaaa. Tapi program diet yang dianjurkan oleh Mayo Clinic USA, makanya dinamakan diet mayo. Ok, karena selama dua minggu ke depan saya rasa ga ada jadwal yg begitu penting. Saya rasa inj waktu yang tepat untuk melakukan diet mayo.
Hari pertama, saya sarapan dengan dengan satu gelas teh tubruk hijau dengan 1 bungkus gula tropicana slim diabtx. Kenapa saya pilih gula dabtx ? karena 0 kalori.
untuk menu makan siang, saya memanggang bistik, menurut saran pengajian seharusnya 1 butir telur rebus, setengah tomat dan seikat bayam yang direbus sebentar. Menu tersebut saya kurangi dari saran penyajian karena saya pikir hari ini saya tidak ada kegiatan yang berarti.
Menu makan malam (re : sore sebelum jam 18.00) bistik tidak sampai 1 ons yang dipangganf dengan unsalt butter, selada yang dilumuri perasan lemon.
Kondisi tubuh saya di hari pertama? jangan ditanya. Perut perih sekali,biasanya saya makan banyak, kepala pening dan lemah sekali. Mungkin tubuh saya syok tapi dari beberapa artilel yg saya baca, kondisi seperti ini lumrah terjadi sampe hari ke-5. Selebihnya tubuh akan dapat beradaptasi dan tentunya akan lebih mudah menjalankan diet mayo.
Tapi point pentingnya, saya jd minum air putih minimal 8 gelas/2 liter per hari. Untuk buang air kecil sendiri, dalam sehari kurang lebih 6 kali.
Godaan terbesar bagi saya adalah melihar mamah makan nasi uduk dan mie instan. Jika ingin beehasil, perlu sekali tekad yg bulat dalam melaksanakan diet mayo ini. Hari ini saya memasuki hari ke-2. Nanti saya akan update cerita. Doakan saya!

Dalam 3 Kegelapan

Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak pernah mendapatkan masalah. Semua pasti punya, hanya saja takarannya  berbeda, sesuai dengan kadar imannya. Setiap orang pasti akan merasa bahwa masalahnya adalah masalah yang berat. Tidak salah, ya itu benar. Apapun itu, kita hanya perlu yakin bahwa tidak mungkin ada masalah yang tidak ada penyelesaiannya. Seperti yang dialami Nabi Yunus AS. Sekalipun beliau ada dalam 3 kegelapan, yakni kegelapan perut ikan paus, kegelapan lautan dan kegelapan malam, namu Allah tetap memberikan jalan keluar. Walaupun dari nalar manusia, itu sangat tidak mungkin. Berkat ketulusan taubat dan tasbih yang tak henti dilakukan oleh Nabi Yunus AS. Allah menunjukan kebesaran-Nya. Sekarang, berapa lapis kegelapan yang sedang menyelimutimu dan upaya apa yang telah kau lakukan? Percayalah, kebesaran Allah pasti akan kau rasakan.

My New World

He-hoy!
Long time no post yaaa dan akhirnya baru keinget kalo aku punya blog. Sebetulnya sebenarnya dan seharusnya banyak banget bahan postingan berhubung udah hampir setahun vakum nulis. Ya sempet sibuk KKN lah PPL yah. Ahaaa! akhirnya dapat ide. Gimana kalo kita bahas mulai dari KKN ?

Ok, KKN tuh apa sih? Kalau ga salah ya ini mah ya berarti bener tp ya agak lupa KKN tuh singkatan dari Kuliah Kerja Nyata. Jadi, apa sih itu? Ya semacam salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Kegiatannya apa? Kalau aku bilang sih itu tergantung yang jalanin. Nah kebetulan kalau di kampus aku, mahasiswa disebar ke kelurahan-kelurahan perkelompok terdiri dari kurang lebih 11 orang dari berbagai macam program studi. Aku milih lokasi KKN di kelurahan Cisaranten Wetan, Kec. Cinambo Kota Bandung. Iya, di kota. Secara aku tipikal orang yang males packing dan tinggal bareng orang lain berlama-lama. Akhirnya milih lokasi yang bisa ditempuh PP. Ayeee, fix deh Ciswet dengan segala keunikan orang-orang di kelurahan tersebut.

Over all, warganya kurang begitu asik dan kurang dukung proker kita entahlah mungkin belum paham atau belum terketuk hatinya dalam masalah lingkungan hidup, Tapi orang kelurahannya baik bgt, iya terbuka bgt deh. Pak lurahnya juga seru, asik gaul dan ga banyak ribet. Bukan cuma itu, Ibu camatnya juga cantik dan dukung banget semua kegiatan kita, Ga begitu nyesek sih ya KKN di kota walaupun warganya kurang antusias, setidaknya aparat kelurahan dan kecamatannya seru.

Karena, prokernya banyak yang kurang dukungan warga maka dari itu ga begitu ngena di hati, Paling ngena justru keseruan bareng anak-anak KKN, KKN bagi kita bisa dibilang singkatan dari Kumpul Kuliner Nyatu, Itu sih! Duh ga bisa panjang ini berhubung keponakan nangis terus, haha

Keracunan

Bingung yah liburan kali ini mau ngelakuin hal apa yang prouktif. Mau trip? duh ga dulu deh lagi hemat nih ngejar target. Ya daripada diem, mending share aja. Akhirnya, keinget peristiwa sekitar 2 tahun lalu waktu masih duduk di tingkat satu.

Keracunan! ah iya ngeri ngeri sedep (kata pak Sutan haha)

Jadi ceritanya, dulu sempet ngekost di salah satu kosan deket kampus. Ya, gimana sih lingkungan kosan? pemukiman padat dan dikelilingi banyak warung nasi 'maksa'. Iya bisa dibilang gitu. Soalnya, ya gitudeh tapi tetep aja sering makan disitu karena ga ada pilihan. Kebetulan tiap weekend saya pulang ke rumah, nah pas sampe rumah tiba-tiba pengen buang air besar. Tapi fesesnya encer abisss. Masih biasa aja nih, dan begitu sampe sekitar 7 kali buang air dan dibarengi sama muntah-muntah. Mulai ngeri nih. Rasanya,ga kaya mual masuk angin. Tapi agak sedikit nusuk di uluhati dan perut ga berhenti 'krubuk-krubuk'. Lemes dong, keluar cairan terus. Minum dikit aja langsung keluar lagi. Akhirnya jam 2 malem udah gak sanggup, minta dianter sepupu ke rumah sakit Santo Yusuf, waktu itu dingin banget, soalnya pake motor. Kondisi nyaris pingsan, pandangan kabur, pendengaran ga karuan dan lemas tiada terkira akhirnya sampai di UGD rumah sakit dan langsung dapat penanganan. Ga banyak cangcingcong, langsung diinfus,sempet denger katanya udah keabisan cairan banget, bahaya kalau sampe telat dikit. Sewaktu sepupu lagi beresin administrasi, dokter meriksa lagi dan katanya harus dirawat sambil nunggu hasil lab. Kemungkinan besar bukan cuma dehidrasi.
Paginya, saya disuruh pup dan diambil sample fesesnya (iuuuuuh), singkat cerita hasil ceklab menunjukan positif amoeba. Jadi, ada amoeba hidup di perutku (TIDAAAKKK!!!). Dokter bilang kemungkinan besar amoeba tersebut dari makanan yang kotor (yekali gue makan langsung dari got). Nah, jadi semenjak itu, ga lagi-lagi makan di warung makan asal. Gpp deh beneran mahal dikit asal kebersihannya terjamin daripada murah tp berakhir dengan keracunan amoeba,nanti malah lebih mahal lagi perawatannya. Dua hari di rumah sakit aja habis berapa juta. Hufffttt

Mengubah Nomor Telepon M-Banking BRI

Agak ribet juga yah musim hujan kayak gini harus bolak-balik ke ATM untuk transaksi yang ga seberapa namun penting. Selain itu desakan papah juga yang nyuruh buru-buru daftarin M-Banking supaya kalau papah udah transfer bisa langsung dicek masuk atau enggaknya.
Sebenarnya, dulu pernah sih daftarin M-Banking dan Internet Banking BRI tapi itu dulu sekitar 2 tahun lalu dan sama sekali ga pernah kepake. Sekarang, eh kerasa deh butuh banget. Ternyata pas dicoba daftarin ke CSO bank BRI terdekat prosedurnya ga sama dengan yang pertama kali daftar.
Karena sebelumnya saya pernah mendaftar, jadi mau ga mau harus Unreg dulu nomor sebelumnya. Nahloh, mana lupa lagi, 2 tahun lalu gitu ya nomor udah berapa kali ganti juga (terorist detected haha). Jadi, mas CSOnya juga ga bisa bantu. Saya disuruh telepon ke nomor call center yang ada di belakang kartu ATM BRI.


  1. Saya telepon ke nomor call center 021-57987400 dan pilih line 9 untuk bicara dengan CSO khusus perbankang.
  2. Ternyata yang angkat mas-mas gatau deh ganteng atau enggak. Secara cuma nelpon jadi gak keliatan.
  3. Dia tanya perlunya apa dan setelah saya jelasin panjang lebar seperti di atas, masnya minta nomor kartu yang ada di ATM saya atau bisa juga nomor rekening. Kebetulan saya kasih nomor ATM.
  4. Mas-masnya nanya mulai dari nama lengkap, nama ibu kandung, tanggal lahir dan alamat sesuai pendaftaran rekening.
  5. Beres deh mas-masnya langsung proses untuk menghapus nomor sebelumnya. 

Terus buat daftarin nomor telepon barunya? Nah itu bukan urusan mas-mas di call center lagi.

Jadi, saya harus registrasi nomor di ATM kemudian ke CSO di BRI cab terdekat untuk didaftarkan, baru deh mulai bisa transaksi lewat aplikasi yang bisa langsung kita download di google play/play store (android), App Store(apple) atau App World(Blackberry). Untuk hp symbian atau java bisa minta langsung bluetoothin aja dari CSOnya. 

Secara keseluruhuan, pelayanan pihak bak BRI memuaskan kok ;)
Sekian, semoga bermanfaat.